Sabtu, 12 Juli 2008

Sifat Malu Rasulullah SAW

Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Assalaamu’alaikuum warrahmatullaahi waabarrakaatuh.

Sebelumnya, saya sebagai hamba-Nya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Kepada bapak DR. Mahdi Rizqullah Ahmad yang telah mempersembahkan buku yang berjudul "Biografi Rasulullah". Dengan adanya buku tersebut sangat membantu saya dalam mengenal Pemimpin yang membawa Umat Islam dari zaman jahiliyah ke zaman yang sangat dan sangat penuh akan nikmat-Nya. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Semoga bapak di cintai Dzat Abad Alabid Allah swt berserta Rasulullah berikut sahabatnya dan para Malaikat.

Syahdan...
Abu Said al-Khudriy r.a. berkata, "Rasulullah SAW lebih pemalu dibanding gadis-gadis pingitan yang berada didalam kediamannya masing-masing. Jika Rasulullah SAW melihat sesuatu yang tidak beliau sukai, kami bisa mengetahui dari rona wajah beliau.
Rasulullah SAW juga bersabda, “ Malu tidak datang, kecuali dengan membawa kebaikan.” Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berjumpa dengan seorang pria yang sedang mencela sikap malu saudaranya. Pria tersebut berkata kepada saudaranya, “Apakah engkau akan terus malu sampai seseorang akan mengatakan bahwa sifat malumu itu membahayakanmu”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Biarkanlah dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman”. Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya satu hal yang harus disadari manusia dari sabda kenabian yang pertama adalah. Jika engkau tidak merasa malu, maka berbuatlah semaumu”.
Jadi, hamba-hamba Allah yang ku sayangi. Rasulullah SAW tidak pernah merasa malu dalam berbuat kebenaran. Sebab, hal itu merupakan bagian dari pembelajaran mengenai agama. Dan malu berbuat dosa, That’s The Choise’s. Semoga Rasulullah selalu mncintai dan menyayangi kita beserta umat-Nya.

Wassalam...

0 komentar: